Skala Prioritas

Written by Zain || on July 15th, 2013

Sebagai manusia yang mempunyai segudang aktifitas, kayaknya memang perlu memasang jadwal. Mengapa perlu ? agar nantinya agenda yang sudah siap dieksekusi tiba-tiba batal gara-gara ada benturan dengan agenda lain.

Namun diluar itu, setiap manusia pasti mempunya cara sendiri sendiri untuk memanage jadwal yang sudah di kelolanya. Ada yang hanya dengan mengingat-ingat saja. Ada yang menuliskannya pada selembar kertas karton yang ditempel di dinding kamar tidur. Ada yang menuliskannya di buku suku. Dan lain-lain.

Beraneka ragam memang. Dan saya yakin, dari berbagai macam contoh cara memanage diatas tadi pasti ada kelemahannya. Kurang efisien, sering lupa dan mengabaikannya dikala ingat.

Disni saya mencoba mempelajari dan men-share tips berdasarkan pengalaman saya untuk menentukan skala prioritas.

Hal utama yang harus dilakukan adalah : baca niat sob. Kenapa harus baca niat ? agar tujuannya jelas yang hendak dilakukan itu apa. Selain itu, niat juga membuka pintu pahala.

Setelah baca niat, ini ada point penting selanjutnya :

1. Membuat jadwal harian

Jadwal harian untuk mengatur jadwal tetap sehari-hari. Mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur.

2. Mempelajari agenda

Maksudnya, mempelajari seberapa penting agenda itu bagi kita. Jika baik dan menguntungkan buat kita, ya kerjakan. Namun jika malah merugikan, lebih baik tinggalkan saja.

3. Mulai memilah-milah antara kebutuhan dan keinginan

Sejauh ini, kita mengerjakan sesuatu hal itu berdasarkan kebutuhan atau keinginan. Kebutuhan itu jauh lebih kita utamakan ketimbang keinginan. Sebab kebutuhan itu adalah sesuatu yang harus kita penuhi dan bersifat mendesak. Kebutuhan itu untuk kepentingan jangka panjang. Sedang keinginan sifatnya hanya sementara. Walaupun diri kita menginginkan suatu hal sejak lama, ketika keinginan itu tercapai perlahan-lahan rasa ingin itu pasti akan hilang. Dan bukan hal yang tidak mungkin malah akan muncul keinginan-keinginan baru.

4. Utamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi

Meninggalkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama ( orang banyak ) itu jauh lebih utama dan mulia. Bukan berarti kepentingan pribadi diabaikan dan tidak dikerjakan. Kepentingan bersama itu bersifat menyeluruh. Hasilnya pun juga untuk kepentingan bersama. Apabila semua mendapat untung, semua pasti juga akan merasakan keuntungan. Jika mengalami kerugian yang menanggung juga orang banyak. Sedang kepentingan pribadi hanya untuk kita sendiri. Untung rugi nya juga kita sendiri yang menanggung.

5. Jangan salah ambil kebijakan

Pikirkan matang-matang dengan keputusan yang akan dieksekusi. Sebab itu akan menjadi kebijakan yang akan dipilih dan dikerjakan. Jika keputusan itu tepat, pasti kita akan merasa nyaman dan tenang mengerjakannya. Dan apabila keputusan itu tidak tepat dan meleset, saya bisa menjamin pasti kita akan tidak ikhlas mengerjakannya.

6. Terus update perubahan-perubahan yang sedang terjadi disekililing termasuk jadwal yang sudah anda buat

Sesuaikanlah 5 point diatas dengan situasi dan kondisi anda saat ini. Dan jangan memaksakan diri untuk mengerjakan suatu hal berat apabila kita benar-benar tidak sanggup mengerjakannya.

Semoga bermanfaat.



SHARETHIS

YOURSPEAKING